Punya Anak Introvert? Ini Cara Mengembangkan Potensinya!

Karakter dan kepribadian anak memang berbeda masing-masing tergantung lingkungan dan cara orang tua mendidik. Perbedaan ini membuat anak-anak lahir dengan keunikan masing-masing. Salah satu karakter anak yang wajib kamu ketahui adalah anak extrovert dan anak introvert.
Anak extrovert biasanya dianggap lebih mudah untuk dikembangkan potensinya sebab dia tidak mudah terganggu dengan kehadiran anak lainnya. Anak introvert biasanya dikaitkan dengan sulitnya mereka untuk berkembang dan dikenali potensinya. Padahal, anggapan tadi sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Mereka juga memiliki keunikan dan potensi sendiri yang bisa dikembangakan untuk masa depannya nanti.
Untuk itu kali ini mari mengenal lebih jauh tentang anak introvert, mulai dari ciri-ciri dan karakternya, cara menghadapinya, hingga kelebihannya. Simak detailnya berikut ini ya!

Ciri-ciri Anak Introvert
Karakter umum yang biasanya ditunjukkan oleh anak introvert adalah dia cenderung pendiam, terlihat berpikir sebelum bertindak, dan akan mengamati situasi terlebih dahulu sebelum bersosial dengan orang atau lingkungan baru. Mereka akan menghindari kontak mata dan interaksi dengan orang yang belum dikenalinya. Mereka cenderung menghindari ketidaknyamanan yang dia rasakan di lingkungan baru dan bertemu dengan orang-orang baru. Dengan kata lain, mereka membutuhkan waktu untuk mengenal orang lain dan membiarkan orang lain mengenalnya.
Dari segi energi, anak introvert akan mudah kelelahan jika dalam hari itu dia harus bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang baru. Rasa lelahnya ini akan dia ungkapkan dengan bersikap rewel dan susah diajak negosiasi. Berikanlah dia waktu untuk re-charge kembali energi dengan memberi waktu me time.
Anak introvert biasanya ditandai dengan suka bicara dengan diri sendiri, dengan mainan atau peliharaannya. Mereka akan lebih memilih bermain sendirian daripada harus bersama dengan teman lain. Kalaupun akhirnya ada teman yang diajak main, mereka cenderung memilih untuk bersama dengan teman yang sudah dikenal sebelumnya dan membuatnya nyaman.
Karena sedikitnya interaksi yang dia lakukan, mereka juga cukup jarang memperlihatkan emosinya atau memendamnya sendiri. Mereka juga cenderung tidak suka mencoba hal baru karena merasa pengalaman baru akan terasa melelahkan.

Menghadapi Anak Introvert
1. Ciptakan suasana interaksi yang terbuka di rumah
2. Biasakan anak mengungkapkan emosi dan pendapat
3. Tidak terlalu memaksakan anak untuk cepat akrab dengan orang baru
4. Berikan mereka menikmati waktu untuk diri sendiri

Kelebihan Anak Introvert

  • Mandiri dan mampu memotivasi diri sendiri. Dengan kemandirian dan kemampuannya untuk self motivated, anak introvert cenderung dapat memecahkan masalah dengan cara dan kemampuannya sendiri sehingga jarang bergantung kepada orang lain.
  • Memiliki kepedulian lebih dan rasa setia kawan. Anak introvert akan lebih peduli kepada teman yang dia anggap dekat. Mereka juga lebih setia dalam berteman karena rasa nyaman yang dia dapatkan akan dia jaga dengan baik. Sehingga mereka lebih bisa mempunyai persahabatan yang lebih dekat dan awet.
  • Pendengar yang baik dan selalu berpikir sebelum bertindak. Anak introvert biasanya lebih sering memposisikan dirinya sebagai pendengar karena ia terbiasa memproses terlebih dulu informasi yang ia terima sebelum mengungkapkan pendapatnya sendiri. Karena itu, mereka cenderung mengurangi argumen dan konflik dengan orang lain.
  • Berpotensi menjadi pemikir kreatif. Meski kebanyakan pendiam, anak introvert biasanya memiliki banyak ide dan imajinasi di dalam kepalanya. Mereka akan lebih bisa menuangkan idenya lewat bidang-bidang kreatif yang tidak mengharuskan dia banyak berbicara.

Itulah hal-hal yang perlu kamu tahu tentang anak introvert. Dengan mengetahui karakteristik dan kepribadian anak introvert, dapat membantumu memaksimalkan tumbuh kembangnya. Untuk memenuhi kebutuhan anak.

Referensi: https://www.shopback.co.id/blog/anak-introvert

Share This Post: